aaahuheauheuaheauheauehaueahuaehueaheua….kawan2 pecinta internet pada umumnya dan para pecinta friendster pada khususnya dan para pecinta blog pada…lebih khususnya lagi….perkenankan saya ingin menceritakan suatu hal yang menyakitkan sekaligus membahagiakan sekaligus konyol dan sekaligus menarik untuk disharingkan!!!…sodari dan sodara sudah baca post saya yang “Telekrasi”? kalo belum, silahkan klik dulu post “Telekrasi, Birokrasi yang Bertele-tele” sebelum membaca post saya yang ini…tetapi kalo sudah membacanya (apalagi yang telah memprint dan memperbanyaknya) silahkan lanjutkan pembacaan sodari dan sodara sampe kebawah…(dan kuatkanlah hati anda dengan mengelus dada)..
Blog gue DIPRINT!!! dan DIPERBANYAK!!!!….(baca: dipotokopi) astaganagasenaganaganya ngujubilehbinjalik amitamitttt!!! yang mana? yang mana lagi kalo bukan post/tulisan saya yang cukup mendapat respon yang beragam dari berbagai pihak dan cukup menjadi momok…”Telekrasi” saya tampaknya kurang publikasinya sampai harus diprint dan diperbanyak (ke kalangan sendiri sih..)…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..ga habis pikir gue…srasa gue nulis buku diary, trus dibaca orang, saking ga puasnya tu orang, ampe ngeprint, trus diperbanyak, trus dibagiin ke temen2nya…temen2 ganknya….kbayang ga sih guys? (buat girls juga loh..) gue nyadar sih, tersangka pelanggaran hak asasi manusia tersebut (sampe saat ini gue lom tau sih siapa…) pasti bakal ngebaca post gue yang ini sih (karena stelah insiden “Telekrasi” tersebut, pastilah blog gue bakal dimonitor secara ketat) tapi yah gue tetep ajahlah…wong in blog gue kok! suka2 gue donk! lagipula gue dan ngambil resiko bahwa smua curahan hati gue yang gue tumpahin disini bakal dibaca orang banyak…dan gue ga bakal malu karena hal itu…karena kalo gue malu, ngapain gue nulis ni blog??? apa sih gunanya blog??? supaya gue bisa nyurahin hati gue kan?? dan gue membiarkan curahan hati gue dibaca orang kan?? supaya gue lega karena gue dah ngeluarin uneg2 gue!! dan supaya orang2 yang baca (apalagi yang ngeprint dan memperbanyak) bisa tau tentang gue DAN bisa dapet referensi pengalaman…!! supaya mereka2 biar ga kaget kalo ngadepin masalah yang sejenis…!! kurang lebih itu deh gunanya gua rasa…bukan untuk mencemarkan nama baik orang…bukan untuk membongkar sistem konspirasi…bukan menjadi sasaran tembak untuk dibungkam sgala hak kbebasan berpendapat yang sudah ditetapkan di Undang-Undang…hauehuahuaheueahueahuaeheauheauaehuae….uda gitu sgala macem isi post gue dibahas secara mendetail dan mendalam lagi….rada penting yah, ngebahas isi, unsur, dan esensi dari curhatan orang….memang sih untuk klarifikasi…tapi tetep aja…itu curhatan orang gitu…ya emank sih buat kebaikan di masa depan…buat memperlancar komunikasi lah…buat men-clear-kan segala macam kesalahpahaman…tapi apakah saking keabisan idenya sampe memprint dan mempotokopi isi curhatan orang..?? pnasaran kisah detailnya??? berikut cerita selengkapnya…simak baik2…sapa tau yang ini bisa diprint trus diperbanyak lagi…sukur2 dijadiin buku trus dibagi2in gratis ke orang2 lewat di jalanan…lumayan lah, gue jadi makin terkenal…huaehueahuaehuaehaeuhaeuhae….
jadi gini…masih lanjutan masalah SIJI dan “tender” (sebutan ini tampaknya sangat tepat yah..abis gue ga bisa nemuin istilah lain sih) tablo kemaren…SIJI dipanggil oleh sang birokrat2 elite di dalam suatu rapat yang “berkedok” membicarakan eksistensi teater di sebuah greja berikut fungsi dan bentuknya…ternyata itu adalah hanyalah semacam pengantar untuk memasuki babak utamanya…memang sih gue dan rekan2 SIJI lain dapet banyak ilmu disitu dan cukup punya gambaran ke depannya…tetapi di babak berikutnya…salah satu petinggi birokrat yang sejak tadi membawa sebuah amplop berwarna coklat yang cukup tersegel (beberapa rekan2 SIJI dah curiga, apaan tuh isinya..?) mengeluarkan beberapa lembar kertas potokopian sambil mengucapkan beberapa patah kata pembukaan…ngujubileh bin jalik alamakjang…itu blog gue nyeddddd…!!! blog gue yang telekrasiiiii…..!!! diprintttttttt!!! dipotokopiiiiiiiiiii….!!!! sodari dan sodara tentunya tidak dapat menebak reaksi saya ketika menyadari tumpukan kertas itu dibagi2kan kepada peserta rapat bersejarah itu….tidak lain dan tidak bukan, saking mati gayanya gue, gue cuma bisa ngakak…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..ngakak pelan tetapi mendalam ke dalam relung hati yang paling dalam…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………cobalah sodari dan sodara bayangkan dan imajinasikan….apabila anda2 skalian berada di posisi saya…bagaimana reaksi anda2 skalian…dan bandingkanlah dengan reaksi saya ini…untungnya saya ketawa tidak sendirian…ada rekan saya (boleh disebutin ga neh namanya? tar gue dikira mencemarkan nama baik lagi???) yang kbetulan seorang wanita, ketawa juga, itupun karena dia udah baca blog itu…dan udah mendiskusikannya dengan saya dan dengan rekan saya yang lain (bagi yang pnasaran: si Johan!)…waktu itu diskusinya gini: ni blog sparah itukah ga sih?-terlalu vulgar ga sih?-kalo ampe ada yang tersinggung gimana?-ah tapi kan itu blog-dalam arti itu adalah curahan hati orang-dalam konteks ini, itu adalah curahan hati gue-dan itu bisa dibilang privasi gue-hak gue-gapapalah…ampe si Johan bilang gini: itu kan blog elo mo! itu kan privasi elo! lo nulis itu juga udah tau resiko bahwa itu pasti bakal dibaca orang banyak! tapi kan itu bukan lo yang nyodorin! beda ama milis…kalo milis, lo yang nyodorin ke orang…lah kalo blog kan, orang mau baca ato kaga terserah orangnya…!! jadi yah sah2 aja lah! kalo blog lo ampe diprint dan diangkat ke rapat (ini beneran loh! si Johan emank ngomong kayak gini…sumpah mati gue!! emank punya indera keenam kali tu anak…) itu berarti keterlaluan banget! (dengan penuh ekspresi dan mata yang berbicara) itu namanya udah ngeganggu privasi orang! itu udah parah banget mo! (dengan kalimat ini, gue cukup dikuatkan secara mental…thx Jo! love u…)
yah emank sih gue sdkiti salah nulis blog itu karena gue terlalu vulgar (wow..!) dalam arti, gue bener2 nyebutin semua nama…secara mendetail lagi…kalo kata si anas…itu namanya mencemarkan nama baik…dan bisa dituntut karenanya…dan karena itu pada rapat itu gue langsung minta maap pada permasalahan “nama”….tapi gue engga meminta maap atas unsur2 dan materi2 yang gue tulis di blog itu…ya iyalah! itu kan esensi dari penulisan blog gue yang bertemakan birokrasi…trus tentang masalah2 yang gue angkat di blog itu…katanya haruslah ditulis secara objektif dan diklarifikasi secara jelas dari “kedua belah pihak yang bertikai”…tapi kan masalahnya saya bukanlah seorang wartawan Kompas…gue kan cuma mo nyeritain prasaan gue…mo nyeritain uneg2 gue…kok pake acara dibahas segala…di dalam rapat lagi…aduh aduh…sampai detik ini gue masih ga habis pikir loh…sumpah…jujur gue tersinggung abis…trus masalahnya dibahas lagi…knapa baru skarang gituh? sudah setahun SIJI merajalela…dan sudah menyemaikan berbagai sikap kepada para petinggi2 grejani…knapa baru dibahas stelah blog gue muncul? ato stelah nyadar akan kritikan2 yang kami selipkan di berbagai pementasan kami? bukankan itu membuktikan kepekaan sosial yang rendah…? lagipula kami mengkritik tidak asal kritik…kami mengkritik dengan mengambil referensi2 yang ada…dan sbenernya kritikan kami itu bersifat membangun…dan yang kami harapkan adalah dengan adanya kritikan2 tersebut akan membawa suatu perubahan…tetapi mereka, dalam kacamata saya, malah melempar kritikan2 kami (mental maksudnya) dan dengan dalih sakit hati dan smua pengorbanan waktu dan tenaga, kok malah dikritik…loh?? harusnya kan direnungi dulu apa isi kritiknya…esensinya apa…sisi apa yang kami kritik…bukan ngeliat “kritik“nya…bukan ngeliat “wah-lo-lancang-banget-brani-ngeritik-gue-!”…maaf kalo saya salah tanggap, tapi dari rapat kemaren itulah yang saya tangkap…
kami sudah mencoba berdialog dengan mereka…walaupun cara penyampaiannya rada menyimpang…tapi stidaknya smua uneg2 dan kekecewaan kami sudah tersampaikan disitu…dan jauh2 hari tidak ada follow-up dari mereka…memang karena mereka menunggu “daftar dosa” para unsur birokrasi tersebut dari kami…tetapi bukankah “daftar dosa” itu akan memperkeruh situasi disamping membuka tabir kebenaran? memperkeruh situasi dalam arti memperburuk hubungan sosial pada yang bersangkutan…pada kedua belah pihak…memang akan terkuak dan dapat ditindak satu sama lain secara profesional…tetapi dalam hubungan sosial? dalam hubungan sehari2? iya kalo mereka2 yang dijadikan sebagai tersangka, sudah berjiwa dewasa…lah kalo engga?? mana kita tau?? kita ga bisa donk bilang: ya kita harus dewasa lah nerimanya…lah itu kan kita! “kita” tiap orang kan beda2…mungkin mereka yang tersangka itu diluarnya bisa nerima2…dan bersikap baik2 ma kita stelah diadukan segala kejahatannya…tapi didalam hati siapa tahu???
naaaaaaah….di rapat itu juga dibahas mengenai kritikan2 kami kepada para kaum elite grejani yang kami sisipkan dalam beberapa pementasan kami…kritikan, tetapi dibahas…wong namanya juga kritikan….apalagi kami tidak asal kritik…kami hanya mencerminkan keadaan yang terjadi….bahwa kurang lebih begitu kejadiannya…dan kami menumpahkannya lewat ekspresi gerak dan suara…kami hanya menyampaikan pesan2 dan keluhan2 rekan2 mudika yang lain yang entah harus disampaikan kepada siapa karena memang tidak ada yang “merangkul” kami…dan kami tidak bermaksud bertikai…kami tidak memulai suatu peperangan….kami tidak berperang sama skali malah!…rada aneh sih…analoginya gini: Teater Koma, yang kebanyakan naskahnya menyindir pemerintahan rezim Orde Baru, ditonton oleh antek2nya Pak Harto, atau bahkan oleh Pak Harto sendiri…(kalo beliau sempet nonton sih…)lalu dengan kekuasaan dan wibawanya, Pak Harto bersama antek2nya memanggil segenap anggota Teater Koma yang terlibat dan bersangkut paut dengan segala pementasannya untuk duduk bersama di satu meja…agar kedua belah pihak mau berdamai (padahal mereka engga bertikai loh! Teater Koma cuma mencerminkan keadaaan yang terjadi pada saat itu…) lalu Pak Harto ngomong gini ke Bung Riantiarno: “Bung, lebih baik kita berdamai saja…apa yang anda keluhkan tentang sistem pemerintahan saya silahkan langsung ngomong saja…terbuka gitu loch…ga usah pake acara kritik-mengkritik…jadi tolong bung, di pementasan slanjutnya bung tidak usahlah menaruh kritik-kritikan terhadap sistem pemerintahan saya di dalam pementasan anda…” Lalu Bung Riantiarno menjawab, “Loh? Maap pak…saya bukan politikus…saya adalah seorang seniman…”
aaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh……hauehuaeheauheaueaheuaheauhae…..gue ngerasa jadi kayak si pemred surat kabar Swedia…huaehuehuehaeue…mo tau satu kenyataan konyol lagi ga? potokopian2 blog gue dibawa pulang dan disimpen ama rekan2 SIJI….hauehuaehuaehaeu…katanya ada yang mau dilaminating…ada yang mau dibingkai…huaehuaehuaehaeuhea….katanya sebagai bukti penulisan pembangkangan paling berdarah sepanjang masa….huaehueahuaehaueae….gue jadi srasa penulis artikel penentang Nazi yang bergerak secara underground (baca: bawah tanah)…trus tu artikel gue perbanyak dan gue sebarin ke mahasiswa2…trus tiba2 gue ktauan sama Nazi…trus gue dipanggil…disidang…dan dihukum mati…huaehuaehueahae…sbenernya itu adalah garis besar film Sophie Scholl…film Jerman…gue nonton di Jiffest ‘05 kmaren…
trus2…ada lagi neh sayangnya….ngeprint blognya (dan memperbanyak tentunya) ga smuanya lagi…dalam arti, komentar2 temen2 yang sangat gue hargai kejujurannya engga ikutan diprint dan diperbanyak…padahal gue sangat menghargai temen2 yang udah komen loh…dalam arti mereka langsung komen disitu…pada tempatnya lah!…tidak komen diblakang layar dan menjadikan bahan gosipan…apalagi sampe diprint dan diperbanyak (tetep!)….jadi yah bagi temen2 yang udah mengkomen post gue yang telekrasi itu…silahkan bergigit jari sambil mengangkat ibu jari kaki bersama-sama lah! karena anda2 smua tidak ikut terkenal bersama saya…aheuhaeuhaeuhaeuhaeu….
mmmmmmmmmmmm……mo crita apalagi yah…konsentrasi menulis gue rada terganggu neh…tiba2 ada yang ngajakin chatting di msn gitu deh….huaehuaehueaheua….hmmmm…begini…untuk para pelaku pengeprint-an dan pempotokopian tadi, bukannya saya membela diri atas apa yang telah saya tulis di post tersebut…tetapi hanya karena masalah ruang privasi saya telah diganggu gugat..memang di blog ini smua orang bisa baca dan liat…tapi kan beda sama milis…kalo di kopi dan diperbanyak lalu dikasih ke orang2 kan sama aja kayak milis…tapi saya ga mau smua orang baca…saya taro di blog karena saya ga peduli ada yang baca ato engga…sapa-sapa aja yang baca…saya cuma mo nyeritain masalah dan membiarkan smua orang tau…ini adalah resiko yang telah kami ambil sebagai penulis dan pecinta blog…gituh…sukur2 ada yang mbaca…kalo ga ada yang mbaca juga ga papa kok…jadi masalah privasi aja sih…manusiawi sih…jujur gue tersinggung banget dan ngerasa aneh…kok yah bisa senorak itunya gitu loh…dan sekali lagi gue minta maaf atas insiden terlalu vulgarnya nama-nama yang gue tulis di blog nista tersebut…maap banget…secara terbuka gue minta maap…jangan kayak insiden surat kabar Denmark yah…udah minta maap, tetep aja didemo…malah dituntut dihukum mati…weleh…jadi gini, karena pada waktu itu yah namanya lagi dapet inspirasi…lagi turn on…ya gue nulis nge-flow ajah (cieh!)…tanpa pikir2 panjang lagi….ya wong namanya curhat (kok gue slalu mengatasnamakan curhat yah?)hauehaeuhauhae…skali lagi maapkanlah (kok kayak lagu?)…gitu aja deh….yaaaa…ya udah deh…silahkan aja buat temen2 yang mau berkomentar…apa saja…positif maupun negatif…saya menghargai dan mengucapkan sara terima kasih yang mendalam bagi temen2 yang mau komen ke saya secara langsung…yang mao maki2 saya silahkan…yang mau ngetawain saya abis2an silahkan…yang mau ngeprint dan memperbanyak lagi yah silahkan…(bener loh! srius…saya ikhlas…sumpah…!) yang mau ngajuin tuntutan ke pengadilan yah mbok jangan….hauehuaehueahuea….saya kan masih mau kuliah….hiihihihihihihihi….udah ah…larut sudah semakin malam…(sori wo, plagiat…) selamat pagi…
-salam print & perbanyak-
PERINGATAN: TERLALU BANYAK MEMBACA BLOG - APALAGI SAMPAI MEMPRINT DAN MEMPERBANYAK - DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN