Kiat Tepat Hadapi Kritik

Selamat malam sodari dan sodara. Bertemu dengan saya lagi, sang penulis blog amatiran yang mencoba mengutarakan berbagai keluhan dan pendapat mengenai apa yang terjadi di sekitar saya. Tidak kapok-kapoknya saya untuk menulis blog karena saya sangat bersemangat apabila nantinya blog saya dapat dibaca, dicetak, lalu diperbanyak.

Pada suatu malam yang penuh dengan rintik hujan dan dengan kuat menahan rasa kantuk yang menyerang hebat, saya mempertahankan diri saya dari ketidaksadaran yang sewaktu-waktu dapat menyerang saya karena saya akan menyampaikan suatu topik yang masih relevan dan cukup penting hingga kini. Apakah topik yang mau saya angkat kali ini? Wah ndak tau saya… loh? Tidak lain dan tidak bukan, topik yang mau saya sampaikan adalah kiat-kiat sehat dalam menghadapi kritik.

Tujuan saya dalam menyampaikan topik ini adalah dengan dilatari belakang (ralat: dilatar belakangi) dengan kekecewaan saya atas reaksi orang-orang dalam menghadapi suatu kritikan dewasa ini. Reaksi pihak-pihak yang dikritik (atau yang merasa dikritik) tersebut adalah tidak dibekali dengan rasio akal pikiran melainkan dipenuhi oleh emosi semata. Selain itu sikap kurang kedewasaan, terlalu kekanak-kanakan, dan terlalu naif sering kali menghinggapi pihak-pihak yang dikritik, baik secara langsung maupun tidak langsung bentuk kritikannya. Terlebih lagi, sikap melempar balik kritikan kepada sang pengkritik dengan dalih "pengorbanan" yang sudah dilakukan oleh sang korban kritik, acap kali menjadi suatu hambatan pembelajaran hidup bagi sang korban kritik. Berikut akan saya bahas bagaimana sebaiknya orang-orang yang dikritik untuk bereaksi atas kritikan tersebut.

1. Simaklah Kritikan dengan Baik
Bila anda sedang dalam proses dikritik oleh seseorang (atau kelompok), maka dengarkan dan simaklah kritikan tersebut secara UTUH keseluruhan. Hal ini sangat penting untuk mengetahui isi dan esensi dari kritik yang disampaikan oleh sang pengkritik. Apalah artinya apabila anda tidak menyimak secara utuh dan keseluruhan karena dengan dikritik maka artinya anda sedang menjalani proses "pencerminan diri" karena orang lainlah yang dapat lebih sadar melihat tingkah laku anda daripada anda sendiri. Selain itu, pahamilah apakah maksud dan tujuan sang pengkritik yang sedang mengkritik anda. Percayalah, bahwa orang yang mengkritik anda mempunyai ITIKAD BAIK untuk membantu diri anda ke arah yang lebih baik dan bukan untuk membawa anda ke ambang kehancuran karena apabila ada orang yang dengan maksud dan tujuan seperti itu, maka itu tidak dapat disebut sebagai kritik MELAINKAN fitnah.

2. Renungkan Kritikan Secara Mendalam
Setelah menerima kritik dari sang pengkritik, maka tahap kedua adalah MERENUNGI dan melihat ke dalam diri anda, apakah isi dari kritikan tersebut sesuai dengan anda. Dalam proses ini, penting untuk MENGHILANGKAN segala macam dan bentuk emosi karena emosi dapat membutakan jalan pikiran anda. Hindarilah segala macam tinggi hati, sombong, congkak, egois, dan narsis. Hindarilah pula upaya untuk mengingat-ingat segala upaya dan pengorbanan anda dalam melakukan suatu kegiatan apalagi sampai keluar dalam bentuk keluhan karena kalau begitu segala upaya dan tindakan anda tersebut tidak dapat disebut sebagai pengorbanan MELAINKAN keterpaksaan.

3. Sampaikan Kritikan Secara Jelas dan Lengkap
Apabila sang pengkritik tidak hanya mengkritik anda melainkan juga rekanan atau atasan anda, maka penting sekali untuk menyampaikan kembali kritikan tersebut kepada rekanan atau atasan anda secara LENGKAP dan JELAS. Hindari pemotongan-pemotongan terhadap isi dan esensi dari kritikan sang pengkritik. Terlebih lagi, jangan sampai anda HANYA menyampaikan bahwa anda, rekanan, dan atasan anda telah dikritik TANPA memberitahukan isi dan esensi dari kritikan sang pengkritik. Karena apabila anda sampai melakukan tindakan-tindakan tidak manusiawi seperti yang disebutkan diatas, maka anda tidak dapat disebut sebagai seorang manusia dewasa MELAINKAN seorang manusia pembohong.

4. Berubah Menuju Arah yang Lebih Baik
Setelah menyadari segala kekurangan anda dari kritikan yang disampaikan oleh sang pengkritik maka SEKARANGlah saatnya untuk melakukan suatu PERUBAHAN ke arah yang lebih baik. Hal ini penting dilakukan untuk menanggapi kritikan sang pengkritik. Apabila anda tidak melakukan hal ini maka anda tidak membantu diri anda sendiri dan tentunya akan mengecewakan sang pengkritik karena itulah yang diharapkan sang pengkritik terhadap anda - perubahan ke arah yang lebih baik - dan hal ini dapat memicu sang pengkritik akan KEMBALI mengkritik anda dan sangat dimungkinkan kritikan akan disampaikan dalam bentuk dan cara penyampaian yang lebih keras, tegas, dan lugas sampai anda secara sadar telah dikritik dan berusaha untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Apabila anda bersikap acuh tak acuh terhadap kritikan-kritikan tersebut maka anda tidak didapat disebut sebagai seseorang yang mendambakan kemajuan pribadi MELAINKAN seseorang yang mengarah pada keterbelakangan jiwa dan mental.

Singkat kata, lebih open-minded dan terbukalah dalam menerima setiap kritikan apapun bentuknya. Sangat TIDAK disarankan untuk mengklarifikasi kritikan kepada sang pengkritik karena hal itu hanya akan membuat diri anda dipandang sebagai seseorang yang tidak senang dikritik. Dan apabila proses pengklarifikasian kritikan tersebut nekat anda lakukan, maka anda hanya akan menambah jumlah sang pengkritik yang siap dengan rela menyampaikan lebih banyak kritik dengan lebih KERAS lagi dan dalam bentuk apapun juga. Maka sekali lagi, terimalah segala macam kritikan yang ditujukan kepada anda secara terbuka karena kritikan adalah termasuk dalam proses refleksi diri.

Demikianlah kiat-kiat sehat saya untuk anda-anda yang hobi dikritik, sering mendapat kritikan, mengacuhkan kritikan, mengeluhkan kritikan kepada rekanan atau atasan anda, sampai pada memutarbalikkan fakta isi kritikan. Semoga kiat-kiat sehat dalam menghadapi kritik ini dapat membantu sodari dan sodara dalam menghadapi kritik yang pasti akan TERUS menyerang pribadi anda-anda sekalian. Semoga anda lebih dewasa lagi dalam menghadapi kritikan dan ketahuilah bahwa,
mengkritik adalah menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik dan,
dikritik adalah diharapkan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,
maka kritik adalah suatu upaya kecil dalam usaha menuju arah yang lebih baik daripada masa sekarang atau bahkan masa lalu.

Bagi anda yang berminat dan sebegitu tertariknya pada isi post ini dan sudah gatal terlebih lagi tidak sabaran untuk memberitahukan kepada rekanan dan atasan anda, maka saya ijinkan anda untuk mencetak dan memperbanyak isi dari post ini demi kemajuan pribadi anda-anda sekalian. Tetapi penting sekali untuk diingat adalah untuk TIDAK memotong APAPUN dalam keseluruhan post ini - termasuk komentar-komentar dari para pembaca -. Komentar-komentar pun termasuk dalam satu struktur bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari isi post ini. Apabila anda melakukan pemotongan tersebut maka tindakan tidak terpuji anda dapat dikatakan sebagai pelanggaran hak cipta dan siapkanlah mental dan jiwa anda untuk menerima kritikan yang lebih KERAS dan TEGAS lagi. sekian dan terima kritik (kasih) selalu.

salam kritik.

6 Responses to “Kiat Tepat Hadapi Kritik”

  1. Joe Says:

    Wow…gw bener2 salut sama loe mo…Gw sendiri sebagai pribadi cukup tertampar sama tulisan loe, gw sadar gw sendiri sering bersikap defensif pada kritikan tanpa ngedenger isi kritikan tersebut…
    Tulisan loe ini beneran bakal gw print, gw jadiin panutan buat diri gw sendiri sehingga suatu waktu gw bisa jadi orang yang besar yg bisa dengan senang hati menerima kritik.. Dan sekarang gw juga sadar bahwa orang yang dianggap suci dan dituakan pun..belum tentu bisa ngelakuin hal ini karena tertutup oleh rasa sombong karena merasa dirinya yg paling berpengalaman, paling dituakan, paling pintar, paling dekat sama Tuhan, atau terlebih paling berkorban…dan pastinya gw ga mau jadi salah satu dari orang2 itu….semoga tulisan ini bisa menggugah hati temen2 yg lain untuk bersikap suportif dan menanggapi secara positif hal2 yg tertulis di blog loe…sekian terima kasih… :)

  2. Devina Says:

    Mo2 gila ya lu…dengan 1 ide lu bisa buat kiat2 lu emang psikolog abis hehehe…suka membuat suatu kesimpulan dari data2 yang ada , semoga ngebuktiin kalo lu bisa cepet lulus kuliah heheh…Btw, warnan blog lu jelek banget deh…bikin orang males baca tau…sok-sok gradasi lagi..
    tapi yang pasti gw setuju banget pas lu bilang kalo dikritik harusnya kita gak mengklarifikasi kritik itu…yang bener kita diem aja, dan berusaha untuk ngerubah atau nunjukin ke mereka kalo kita dah berubah dan gak seperti yang mereka kira lagi…tapi agak susah ya…gw juga pastinya gak segampang itu buat melakuin hal kayak gitu sama kayak johan…Butuh orang yang open minded banget buat ngelakuin hal2 kyk gitu…Tapi BETTER TRY THEN NEVER kan ya gak hhehee…

  3. aDuTTzZz Says:

    mo….g ga tau apa isi blog lo….g males bacanya…kepanjangan….
    g ngisi comment cuma mau marah2 niey…knapa lo pake ngungkit2 tentang g jatoh di sebuah plaza yang letaknya di sebelah atma seh???Adu timo….kau itu benar2 d…
    ya uda ni comment g tentang blog lo…..(kayanya) bagus huahahahahhaaa…..=D

  4. JeffersonII Says:

    Timo hebat!!! gilaaa jadi psikolog aja mo, pasti laku.
    Hmm maksud lu klarifikasi gimana nih? Soalnya klo menurut gua sih klo misalnya gua ga jelas kritik dari si pengkritik, boleh dong gua tanya untuk memperjelas isi dari kritiknya si pengkritik itu. Soalnya klo kita ga jelas ama isi kritikannya lah gimana kita mau memperbaiki diri juga?
    Tapi emang bener klo loe udah jelas ya jangan sampe lu nanya2 lagi kayak “contohnya apa?” atau “bisa lu buktiin ga kritikan lu?” Itu mah kayak lu nantang balik
    Tapi kiat2 lu hebat deh ampuh!!!

  5. amel n'dutz Says:

    uhm..Timo, walopun gue gak terlalu jelas sama tulisan karya loe itu, tapi gue udah bisa ngeliat loe mulai berbakat!! bagus timo! emang sih, gue juga sering jadi orang yang tidak terima dikritik atopun si pengkritik yang tidak diterima.. loe yang pertama kalinya memaparkan segala hal “enteng” itu ke permukaan..walopun agak banyak ketidakpercayaan bahwa yang mengetik tulisan itu adalah teman saya, Timotius, tapi apa boleh buat.. loe kreatif mo..
    loe melihat apa yang orang lain lihat dan dengar, tapi melakukan hal yang ngga orang lain lakukan setelah melihat dan mendengar hal tersebut..
    ^.^

    bagus.. bagus..

    bikin orangtua loe tambah bangga donk nak!!

  6. Marcel Glen Says:

    Mmm, gue salut ama lu, Mo.. bisa buat ulasan sebanyak ini. But, special on this subject.. Gue sih pribadi udah terbiasa dengan kiat2 lu itu. Yg menarik buat gue adalah sentilan2 di akhir tiap point. Mo, Soe Hok gie adalah seorang kritikus yg bagus dan tajam, tapi jeleknya dia adalah jelek2in pihak tertentu. Akan lebih bagus kalo lu bisa menangkal emosi lu. Well, this is your blog I guess, so you can do anything here. Many people write these stuff in my campus. One thing, establish your own style of writing. Mmm, this one is quite unique and good. Keep on writing, man. (Maap ye kalo ada salah2 kate. Piss, Mo.)

Leave a Reply