Korupsikah Aku?

Selamat berjumpa kembali dengan saya di blog saya untuk kesekian kalinya. Ngga bosen2nya gue nulis blog karena gue tau blog gue pasti bakal dibaca banyak orang, entah hanya sekedar iseng kaga ada kerjaan, pengen komentar, disuruh secara paksa sama gue, pengen tau perkembangan lebih lanjut, nyari bahan gosipan, atau sekedar pengen nyari bahan untuk diprint dan diperbanyak…(tetep)…

Okeh, untuk kali ini gue bakal ngasih topik yang lumayan menarik dan masih presh prom di open…jadi critanya gue abis misa tadi siang, dan seperti biasanya, di minggu trakir sebelom masa PraPaskah akan dibacakan surat gembala sebagai pengganti homili di setiap misa di seluruh greja…dan tema Paskah taon ini adalah Korupsikah Aku? Huaehuaehaehuaehuae…tema yang menarik…stelah taon lalu dengan tema Adilkah Aku? Mungkin taon depan temanya Setiakah Aku? Stelah banyak perselingkuhan dimana2….ahueheauheuaheuaheauheauhea….

Okeh, dari surat gembala yang dibacain tadi, gue agak tertarik dengan salah satu poinnya…yaitu tentang korupsi terhadap pelayanan gereja…untuk itu gue kasih dulu isi slengkapnya poin ini (bukan seluruh isi surat gembala loh…rada capek deh kayaknya buat ngetiknya…hehehe)

Korupsikah aku dalam pelayanan gerejawi?
Ada pelayanan yang memang secara wajar terkait dengan gaji, seperti koster umpamanya. Karena orang tidak bekerja lain untuk hidupnya. Yang saya pikir adalah hal berikut: kalau pelayanan kepada publik dapat diobyekkan untuk mencari keuntungan pribadi, jangan-jangan tak sadar ada pelayanan kita dalam Gereja yang berkembang melulu demi uang. Bahwa di situ yang melayani boleh mendapat sesuatu, itu bukan soalnya. Orang juga dapat menghimbau umat yang sedang beribadah untuk menyumbang demi kepentingan tertentu. Yang menjadi soalnya adalah: kalau pelayanan, ibadah, dll dibuat demi pengumpulan uang terutama untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Hal itu dapat menyangkut kepentingan uang, popularitas, posisi, dan sebagainya. Ini sekedar bahan perbandingan. Yang perlu anda temukan adalah keadaan kongkrit yang anda sendiri hayati dengan motivasi yang anda sendiri ketahui, lalu anda menilai: korupsikah aku?

-Jakarta, Februari 2006; Kardinal Darmaatmadja, SJ; Uskup Agung Jakarta –

Cukup ngerti? Cukup paham? Cukup tertampar? Yak tampaknya secuil dari surat gembala ini cukup mengusik kita dengan perbuatan2 kita slama ini…bahwa kalo kegiatan yang berhubungan dengan gereja, entah itu mudika lingkungan, mudika wilayah, kategorial, kelompok minat dan bakat, bahkan Dewan Paroki beserta segala macam strukturnya, hendaknya bekerja dengan tulus hati tanpa merindukan imbalan sedikitpun…knapa gue bilang “merindukan”? karena di greja, kita pasti bakal malu dan sungkan untuk meminta imbalan, tapi ternyata didalam lubuk hati yang paling dalam, kita sebenarnya merindukan imbalan tersebut…

Maka dari itu, sodari dan sodara sekalian yang sedang, mau, atau yang hampir pensiun bekerja di ladang Tuhan, bertulus2 hatilah dalam melakukan setiap pelayanan anda…jangan ada pikiran sedikitpun untuk mengharapkan secuil imbalan karena kalo anda2 smua mikir kayak gitu, anda2 ga pantes deh kerja di ladang Tuhan…beda lagi kalo anda udah kerja, trus anda mengeluh betapa capeknya anda bekerja dalam pelayanan…apalagi kalo sampe ngeluhnya kayak gini: anjrit, gue dah kerja capek2 masi ada juga yang kaga suka ma gue, uda kaga dibayar lagi, kalo dibayar sih mending…(yah kira2 gitu deh ekstrimnya…)

Jangan gitu yah guys…ketahuilah bahwa hal2 kecil semacam ini bisa membantu permaknaan hidup kita buat kedepannya…bahwa hal ini bisa memurnikan hati kecil kita di tengah2 dunia yang kacau balau ini…stidaknya kita bisa ngasih contoh buat manusia2 lain yang ada di skitar kita…okey? kalau bukan kita, siapa lagi?

One Response to “Korupsikah Aku?”

  1. JeffersonII Says:

    Timo, boleh gua quote ga nih post yg ini ke blog gua?

Leave a Reply