Comments of the Month (March `06)
best commentnya gue jadiin tiap bulan aja yak? biar ga kebanyakan…kira-kira kriteria gue dalam pemilihan Comments of the Month ini kurang lebih adalah komentar-komentar yang membawa makna tersendiri (dalem..), bisa menarik kesimpulan tersendiri, bisa memetik nilai2 dan makna2…dan terpilihlah 5 orang dengan komentar2nya yang begitu dalam, bermakna, berkesimpulan, dan terlihat bahwa orang tersebut mampu memetik secuil nilai dari isi tulisan saya…perlu diingatkan bahwa saya tidak bermaksud tertentu (peribahasa: tidak ada udang di balik bakwan) bahwa tolong lihatlah makna-makna dan nilai-nilai dari setiap komentar yang ada…bahwa saya yakin bahwa orang2 yang berkomentar disini adalah orang2 yang begitu peduli pada perubahan ke arah yang lebih baik…amien?
bagi orang2 yang commentnya terpilih dalam Comments of the Month bulan ini, akan mendapatkan sekardus piring cantik yang berupa pecahan-pecahannya plus anda diberi kebebasan biaya dan kuantitas untuk mengkomen keseluruhan isi blog ini (??)…SELAMAT!! dan selamat berkomentar!!
Hm…Sejarah telah mengajarkan semuanya pada kita…
1.) Bukankah Nicolas Copernicus dipenjara lalu kemudian meninggal hanya karena dia mengatakan KEBENARAN bahwa Bumi adalah bundar dan Bumi bukanlah pusat dari tata surya, melainkan matahari.
2.) Bukankah mahasiswa Trisakti wafat demi memperjuangkan KEBENARAN.
3.) Bukankah aktivis HAM Munir diracun secara misterius hanya karena dia berpegang teguh pada KEBENARAN.
4.) Bukankah YESUS disalib oleh karena Dia mewartakan KEBENARAN.
Klo ada 1 hal yg gue pelajari selama ini, itu adalah bahwa tak peduli di lingkungan masyarakat mana pun anda berada, entah itu dunia club malam, akademisi, panggung politik, GEREJA sekalipun, aspek manusia tak mungkin dihindari dan oleh karena itu kelemahan manusia yg utama, yakni JATUH DALAM DOSA, pasti terjadi !!! terlepas apakah anda seorang Pastor sekalipun !!!
Posted by: Stevanus | March 19, 2006 02:18 PM (Taken from Tulisan Tak Berjudul)
tanpa peran..
tanpa naskah..
tanpa kritik..
tanpa tawa..
tanpa tangis..
tanpa duka..
tanpa sesal..
tanpa marah..
tanpa ngaret..
tanpa latihan..
tanpa itu semua..
mungkin kami bukanlah nama sebuah komunitas
teater SIJI
namun,
tanpa dukungan,
tanpa penonton,
tanpa posisi struktural,
tanpa …
(apapun itu..)
kami tetap..
teater SIJI
(tiada yang dapat membelenggu spirit dan kreatifitas..)
Ad Maiorem dei Gloriam
Posted by: roland | March 19, 2006 05:26 PM (Taken from Tulisan Tak Berjudul)
“rekan2 muda yang pernah sakit hati dan kecewa terhadap struktur birokrasi tersebut secara tidak sengaja bergabung dan melebur di dalam SIJI…secara tidak sengaja disini dimaksud adalah bukan melakukan pembangkangan dan pemberontakan di bawah suatu nama tetapi adalah mereka2 ini merindukan suatu wadah perkumpulan anak2 muda yang tidak dipisah2kan oleh suatu kelompok (wilayah, kategorial, dsb)…suatu wadah perkumpulan yang tidak pandang bulu dalam menerima anggota…suatu wadah perkumpulan satu rasa, satu asa, satu pikiran, satu hati, satu perjuangan, satu minat, dan satu bakat…suatu wadah perkumpulan dimana kreatifitas menjadi ujung tombaknya…suatu wadah perkumpulan dimana anggota2nya tidak punya rasa malu lagi untuk mengungkapkan segalanya, termasuk sakit hati dan kekecewaan…”
cuplikan kalimat yang bener2 menggambarkan imajinasi gue mengenai struktural tersebut.. Tapi apakah mungkin imajinasi gue, imajinasi Timo, imajinasi SIJI atau imajinasi siapapun itu akan menjadi kenyataan..
Keraguan itulah yang membuat gue males untuk maju walaupun selangkah saja dalam komunitas apapun itu.. (haalllahh kenapa bahasa gue jadi agak2 berat gini yah.. haha..) yah mudah2an saja lewat blog bung timo ini, orang2 dapat mengetahui apa alesan gue menghilang sejak malam taon baru 2004-2005 kemaren.. (wah uda staon yah.. hehehe). Yah intinya jawabannya ada di cuplikan kalimat2 yang gue kutip dari blognya Timo..
HIDUP SIJI!!! Mungkin SIJI adalah suatu komunitas yang dapat merealisasikan imajinasi smua orang..
Posted by: Helen | March 21, 2006 04:53 PM (Taken from Telu..Loro..SIJI!!)
Don’t know what to say anymore…lebih kurang kata2 gw dah disampaikan sama loe mo..Tapi memang, ini semua adalah suka duka dari sebuah pelayanan yang total…Sekaligus sebuah pembelajaran ke arah yang lebih baik, pribadi yang lebih dewasa dimana keinginan dan ambisi pribadi menjadi sangat tidak penting dibanding nilai2 pengorbanan dan semangat pelayanan…
MAAF menjadi sebuah kata yang absurd ketika sebuah kebenaran dipertanyakan..Namun semua kembali kepada kesadaran akhlak dan hati nurani orang tersebut…ketika MAAF sungguh diucapkan dari hati..Saat itulah seluruh mata akan tertuju padanya dan bertanya..”Sebenarnya..Siapakah yang salah ???”
Posted by: Joe | March 16, 2006 03:18 AM (Taken from Secuil Nilai Sepotong Maaf)
waaaaaahhhhhhhhhhhh bingung mau comment apaan, soalnya gw gak tau permasalahannya seh, so gw hanya berharap agar semua pihak saling “introspeksi diri” supaya selesai deh masalahnya, end yang paling penting jangan ada pihak2 yang merasa bahwa dirinya itu benar adanya, sok dewasa bgt gw ya.
Posted by: Viga | March 15, 2006 03:39 AM (Taken from Kisah Seorang Moderator I - Edited)
NEXT POST : Disaat Tawa Canda Merajalela
April 5th, 2006 at 10:28 pm
Hahaha mo, hadiahnya kurang seru, gua jadi ga minat nih hahahaha jk jk jk
Rajin2 tukeran comment deh ya