Disaat Asertif Merajalela
Tuesday, May 30th, 2006Asertivitas adalah suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. Dalam bersikap asertif, seseorang dituntut untuk jujur terhadap dirinya dan jujur pula dalam mengekspresikan perasaan, pendapat dan kebutuhan secara proporsional, tanpa ada maksud untuk memanipulasi, memanfaatkan atau pun merugikan pihak lainnya.
(http://www.e-psikologi.com/dewasa/assertif.htm)
.
asertif. mungkin ada orang yang udah sering denger kata ini, bahkan ampe muak. ada juga orang masih mrasa asing dengan kata ini dan mengira bahwa asertif ini adalah smacam cemilan ringan bagi wong ndeso. tapi bukan sodari dan sodara, asertif itu kalo pengertian singkatnya adalah terbuka, blak-blakan, jujur, dkk. sbenernya sikap asertif ini penting untuk diterapkan di dunia yang penuh oleh panggung sandiwara ini (cieh kayak lagu). knapa? ga tau tuh… loh? maksudnya, ya penting, karena asertivitas ini adalah salah satu bentuk komunikasi yang sehat.. knapa sehat? ya karena lagi ga sakit aja…loh? bukan, maksudnya adalah bahwa ketika anda-anda skalian dihadapkan kepada suatu konflik, keputusan sepihak, ato sgala macam situasi yang kurang berkenan di hati anda, dengan asertif anda akan dapat mengungkapkan sgala uneg-uneg anda, prasaan anda, pikiran anda, pendapat anda, dan sgala macem anda tapi tentunya dengan batasan-batasan yang ada yaitu tetap menghargai lawan bicara anda (seribu, limaribu, spuluh ribu…)
tetapi oh tetapi…proses pelaksanaan asertivitas tidaklah semudah yang anda bayangkan…percayalah…pasti anda-anda skalian masih menyimpan rasa “aduh ga enak neh ma orangnya”, ato ga “ah males ah gue ngomong ma die”, “ah capek gue debat ma die”…nah, pikiran2 macam ini neh yang kaga bikin Indonesia kaga maju2…knapa? ya karena pikiran2 kayak gini ini yang ngerusak kesehatan jiwa dan mental para manusia di bumi ini…selain berkhasiat untuk menjadi sebuah dendam, juga bikin relasi ama orang yang bersangkutan tetep ga enak alias engga memecahkan masalah…jadi solusinya adalah: utarakanlah sgala keluih kesah dan berbagai perasaan anda kepada pihak yang bersangkutan dengan cara yang layak atau kata lainnya adalah ASERTIF…
gue ada pengalaman asertivitas neh…jadi pas gue ke anyer kmaren buat pembubaran tablo, ada sdikit konflik diantara kami para panitia keberangkatan…nah, gue slaku pimpinan di situ tentunya engga pengen acara liburan dan senang2 kita terganggu oleh adanya konflik tersebut donk…jadilah mereka semua yang terlibat maupun para saksi mata, hidung, dan mulut dikumpulkan ke dalam satu kamar, yang selanjutnya kami beri nama Kamar Berdarah…tak lupa juga kami memanggil pihak ketiga yang berfungsi sebagai moderator…knapa bukan gue? karena gue udah terlanjur basah terlibat dalam konflik itu, jadinya gue ga memenuhi syarat dan prasyarat untuk menengahi pihak2 yang bertikai…
di dalam Kamar Berdarah tersebut, dengan dipandu sepasang moderator, kami memulai acara penyelesaian itu dengan pertama2 mengungkapkan perasaan tiap2 orang dari kedua belah pihak…smua perasaan pun ditumpahkan beserta dengan air mata, emosi, bentakan, keluhan, dkk….tidak cuma perasaan, tapi juga kekecewaan, pembelaan, klarifikasi, dan kawan-kawan juga keluar di dalam kamar tersebut…ibarat lo sakit perut mules2, ya lo tinggal ke wc ngejogrok sambil mesem trus ngeden ampe mbrojol smuanya (analoginya agak2 nista yah??)…dan mungkin ada beberapa cara yang kurang berkenan di pihak lain dalam menyampaikan segala perasaan dan pikiran, tetapi yah mungkin acara ini adalah pertama kalinya bagi mereka dan tidak terlepas bahwa kami sedang belajar untuk menjadi seseorang pribadi yang asertif…gue juga salut sama pasangan moderator yang berhasil memimpin acara ini, dengan tanpa emosi dan keberpihakan pada pihak manapun, mereka bisa mengarahkan dan mengatur jalannya dialog antar umat beragama eh antar pihak ini…huaehuaehuaehuaeh…
naaahhh…stelah itu barulah dicari jalan keluarnya alias pintu kamar eh solusinya…disini kebesaran hati dari kedua belah pihak sangat menentukan masa depan relasi antar mereka…dan yang menarik adalah, pas mulai tadi suasana yang tercipta adalah suasana tegang nan mencekam yang penuh intens dan tekanan…stelah smua prasaan dikluarkan dan solusi sudah dibicarakan, suasana yang tercipta adalah tawa canda nan bahagia…yang tadi nangis jadi senyum cengengesan…yang tadi marah2 sambil ngebentak2 jadi ktawa ngakak…yang tadi manyun2 penuh dendam jadi ktawaktiwi…yang tadi maenan hape masih tetep maenan hape (thx to Erik)…
jadilah kami keluar Kamar Berdarah tersebut dengan suasana ringan hati…kembali ceria…tinggal nunggu waktu aja supaya relasi kembali membaik…langsunglah kami para jahanam2 ultah ini mempersiapkan rencana pembantaian buat feliks…jadilah si feliks, jam dua pagi, diborgol di tiang bendera…disirem ramuan nista karya roland black, aer bekas ngupas ikan, minyak goreng dari anast, diselipin ikan utuh di celananya dari roland putih, trus trakir tiiup lilin kue ultah dari devina…
what a night…
NB: oh yah, peristiwa Kamar Berdarah itu dimulai sekitar jam sebelas malam dan berakhir sekitar jam satu pagi…
NB lagi deh: bulan ini ga ada Comment of the Month yah…secara gue lagi terlibat dalam ujian nan nista dan berbagai tugas akhir yang sangat tidak manusiawi, jadinya gue cuma ngepost yang bukan tulisan kibord gue ndiri dan menghadirkan komen2 yang kurang penting pula…
NB lagi yah, trakirrr: MET ULTAH buat DENNIE KABUL, my best friend ever…he’s now at Berlin…smoga doi sukses di sgala bidang dan smoga sgala kegiatan dan pengorbanannya ditujukan dan diterima oleh Yang Maha Kuasa…amien! !! smangat den!!!! sgala doa dan hujatanku slalu besertamu…(??)