Archive for January, 2007

Nobody’s Perfect (5) - She’s My World

Wednesday, January 31st, 2007

beberapa hari kemudian, saat dia
mulai merasa sehat,
dia maksa keluar dari rumah sakit. emang
bandel sih anaknya, belum bener-bener sembuh udah nekat keluar dari rumah
sakit.


ternyata dugaan gue benar, penyakitnya kambuh dan tambah parah setelah
mendengar kabar bahwa kakek kesayangannya meninggal dunia. gila,
padahal beliau adalah satu-satunya orang di keluarganya yang
benar-benar peduli sama
dia yang benar-benar sayang sama dia dan
sebaliknya,
dia juga sayang banget sama kakeknya.


dia jadi sering pingsan. dan karena dia sekarang tinggalnya di asrama rumah sakit jadinya ga ada selalu bisa ngejagain dia. karena itu kalo dia pingsan, jatuhnya selalu ke lantai atau ke meja, dan kepalanya jadi sering banget kebentur. dan diagnosa dari dokter pun bertambah menjadi ada kemungkinan gegar otak ringan karena tengkorak belakang retak. jadi dia harus selalu ngobrol dengan orang yang dia percaya supaya ingatannya tetep pulih. dan dia bilang sendiri bahwa satu-satunya orang yang dia percaya adalah gue. 


gila
bener. gue takut. gue takut kehilangan
dia gue sayang banget sama dia.
dari
dia gue jadi belajar lebih banyak tentang hidup. dan sekarang nyawa dia ada di tangan gue.


akhir-akhir ini dia jadi keluar masuk kamar operasi. jadinya gue cuma
bisa ngobrol sama temennya yang nemenin
dia sambil nanya-nanya kabar
tentang
dia. dari obrolan sama temennya itu gue jadi tau tentang
nyokapnya. tepatnya, tentang kenapa nyokapnya selama ini ngejahatin
anaknya sendiri.


ternyata nyokapnya udah divonis sama
dokter bahwa hidupnya tinggal empat tahun lagi karena Hepatitis A. jadi
selama ini nyokapnya ngejahatin anaknya supaya anaknya engga bakal sedih
kalo nyokapnya meninggal.


gila, gue ga tau musti komentar apalagi tentang nyokapnya.


ga cuma itu aja, akhir-akhir ini mantannya tiba-tiba hadir di antara
hubungan kami berdua. pertama yang tu cowo sms gue gitu maki-maki gue,
bahwa gue ga pantes jadi cowonya lah, bahwa lebih pantesan die lah,
bahwa die mau ngerebut si
dia lah. bah, emank cuma ngomong doank tu
cowo. childish banget. tapi die yang sms gue lagi bilang bahwa die
minta maap gituh setelah sebelumnya diomelin ama si
dia. jadi cowonya
nelp
dia gituh, trus malah kena omel dan disuruh minta maap.


trus beberapa hari kemudian, tu cowo ngesms gue lagi mo minta ijin buat
nelp si
dia. gue sih bilang boleh aja, tapi jangan ngomongin yang
berat-berat karena kondisi
dia lagi labil. trus die yang
makasih-makasih gituh. ga lama kemudian die sms lagi,


yes! makasih banget, yo! gue mau nelp dia! gue
mau bilang bahwa nyokapnya udah meninggal! supaya dia cepet mati!
mampus! biar mati aja tu anak! sapa suru ga mau nerima gue balik! yes!
makasih, gyo!


tangan gue langsung lemes. muka gue langsung pucet. gila, gue bego
bener. tentu aja die boong, wong nyokapnya masi sehat-sehat aja kok.


dan bener aja loh. dia langsung pingsan seharian. trus bangun lagi.
semenjak itu gue suruh
dia ganti nomer dan jangan ngangkat telepon dari
mantannya lagi. gue takut banget kehilangan
dia. kondisinya labil
banget.


padahal semalam sebelumnya, dia sempet lewat. meninggal. denyut
jantungnya udah ga ada lagi. dan bokapnya udah nangis-nangis gituh.
trus ga lama kemudian
dia hidup lagi. ga tau kenapa.


gue takut banget. gue takut kehilangan dia. dia adalah hidup gue. dia adalah dunia gue.


bagi dunia, dia mungkin hanya seseorang. tetapi bagi gue, dia adalah dunia yang selama ini gue cari.


kondisi dia lagi labil banget. kalo ngomong yang berat-berat, setelah telpon-telponan ma gue, dia langsung pingsan. gue tanya tentang nyokapnya, pingsan. gue tanya tentang bokapnya,
pingsan. gue tanya tentang kesehatannya, pingsan. gue bilang bahwa gue
sakit, pingsan. makanya akhir-akhir ini gue ga mau ngomong yang
berat-berat ke
dia. gue ampe ga tau mau ngomongin apalagi. dan jadinya
gue lebih banyak diam. bahkan sampe
dia bilang bahwa gue berubah.


gue engga tahu harus berbuat apalagi.


gue rasa gue harus melakukan sesuatu.


bersambung…



______________________________________________________

my little me photo for today…

Me_006

mama…

Lima Ratus

Wednesday, January 24th, 2007
selamat kepada aRiejAnTou karena anda adalah orang ke LIMA RATUS yang telah mengkomentari Elmo`s Street.

ini adalah sebuah prestasi yang sangat mengagumkan yang pernah dicapai oleh Elmo`s Street. maka dari itu aRiejAnTou mendapat kehormatan khusus untuk mengkomen dengan bebas di setiap edisi Elmo`s Street.

hmm..
kali ini ceritanya jujur rada kurang gitu jelas dan mendetail. di ttg
ibu yang gak suka ama DIA.. napa? hmm.. Saran ajah sih.

Bagus Mo!!! Lanjutin!!

Nobody’s Perfect (4) - He’s My Life

Saturday, January 20th, 2007

aku beruntung bisa berkenalan dengan dia.


beberapa bulan yang lalu aku berkenalan dengan seorang pria lewat handphone. pertama-tama aku memang asal-asalan menelpon sebuah nomor saat aku sedang di rumah sakit. ternyata nomor itu adalah seorang pria. dan setelah itu, hubungan kami berlanjut sampai kami menjadi sepasang kekasih.


memang kami belum dapat saling bertemu, karena dia tinggal dan kuliah di Bandung sedangkan aku belum sempat pulang ke Bandung karena masih kuliah. tetapi apalah artinya sebuah pertemuan jika kedua hati kami sudah saling bertemu. apalah artinya sebuah pertemuan jika kedua batin kami sudah saling menyatu.


dia yang selalu rutin menghubungi aku, entah lewat SMS atau telepon. disaat aku sedang tidur atau tak sadarkan diri, dia tetap mengetahui kabar tentangku lewat Cesca. dia yang selalu menyemangati aku saat aku sempat tidak punya semangat hidup lagi. dia yang selalu menemani aku di setiap malamku. dia yang selalu mengisi hari-hariku saat aku berada di rumah sakit ini. mungkin kalo tidak ada dia, entah apa yang akan terjadi denganku. aku jadi tambah sayang sama dia.


i love him today more than yesterday…but as not much as tomorrow…


sempat aku keluar dari rumah sakit karena aku merasa sudah sehat. lalu aku baru mengetahui bahwa kakekku telah meninggal dunia, sewaktu aku berada di rumah sakit.


masih di Solo, aku kembali masuk rumah sakit. kali ini diagnosa kanker usus belum cukup untuk memperparah sakitku. kini ada tambahan diagnosa bahwa aku juga menderita penyakit Hepatitis B.


kini, kamar operasi adalah hari-hari rutinku. operasi dan operasi. obat dan obat. aku cukup lelah dengan semua ini. memang ibuku telah kembali dari urusan pekerjaannya, tetapi hal tersebut justru tidak meringankan masalah. semenjak dia menjadi kekasihku, ibuku tidak menyetujui hubungan kami. maka dampaknya adalah ibuku selalu menghalang-halangi pertemuan kami berdua. maka kehadiran ibuku disini malah membuat si dia semakin tidak mungkin untuk menemuiku. barang-barang yang diberikan dari si dia pun disita oleh ibuku. baru aku ketahui sekarang bahwa laptopku dan iPodku diambil dariku dan disimpan oleh ibuku disaat aku sedang sakit.


dengan sakitku yang makin parah, entah mengapa, ibuku tidak memindahkan aku ke rumah sakit di Bandung. setidaknya pindah ke rumah sakit yang lebih bagus ketimbang rumah sakit disini. aku tidak suka berada di rumah sakit ini. dokternya aneh-aneh.


ada satu dokter yang sikapnya sangat aneh terhadapku. umur dokter itu cukup terbilang sangat muda. anehnya, setiap pemeriksaan rutin, dokter muda itu selalu menanyai aku dengan pertanyaan-pertanyaan aneh seperti,

"Tasya udah punya pacar?"

setelah aku jawab sudah punya, entah mengapa ekspresinya menjadi berubah drastis. lalu keesokan harinya dia bertanya lagi,

"Tasya, kamu masih sayang ga sama pacarmu?"

setelah aku jawab bahwa aku masih sayang, entah mengapa ekspresinya berubah sedih. lalu beberapa hari kemudian ia datang lagi dengan mengatakan bahwa,

"Tasya, aku baru putus sama tunanganku…jadi aku bisa lebih bebas untuk merawat kamu.."


lama kelamaan, aku tidak tahan berada di rumah sakit ini. Cesca tidak bisa lagi selalu menemaniku karena pacarnya yang yang sedang di Solo sakit tipes dan kebetulan dirawat di rumah sakit yang sama denganku. maka Cesca pun lebih sering menemani pacarnya daripada aku. yah, memang lebih baik begitu. tetapi sekarang aku menjadi sendirian setiap malamnya, karena ayah selalu tertidur dan ibuku pergi entah kemana.


aku tidak tahu harus berbuat apa lagi.




bersambung…


_____________________________________________________

my little me photo for today..

Me_003


entah hal apa yang membuat gue mau memakai kostum ini…

ternyata gue ada bakat yah..

Nobody’s Perfect (3) - My Journey

Thursday, January 18th, 2007

hai. nama gue Gyo.  umur gue sekitar dua puluh dua tahun. gue sekarang lagi kuliah ngambil arsitektur di Bandung. tapi rumah gue di Jakarta, jadi yah gue ngekost di Bandung.


kuliah gue cukup berantakan. secara gue ngekost ditambah lagi dengan kuliahan arsitek yang bisa bikin orang depresi, nilai-nilai gue semakin lama semakin jebol aje. jujur tahun-tahun pertama gue dah mulai ga kuat kuliah di arsitek. secara tugasnya bener-bener kaga berperikemahasiswaan. apalagi gue adalah tipe orang yang sama sekali kaga bisa ngebagi waktu. dan kehidupan kost yang bener-bener dituntut mandiri, gue emank bisa hidup mandiri. tapi kalo masalah belajar selalu jadi prioritas nomor buntut.


keluarga gue baek-baek aja. gue anak pertama dari dua bersaudara. adek gue cewe masi skolah di kelas dua sma, di jakarta tentunya. dia kaga brani tuh jauh-jauh dari rumah. beda ama kakaknya yang udah berjiwa petualang.


yup, gue emank demen banget jalan-jalan. dah mulai kebayang kan knapa kuliahan gue jadi brantakan. apalagi di bandung banyak objek wisatanya. kadang-kadang kalo libur malah gue nekat keluar kota cuma buat hunting barang-barang unik.


pacar? hm, kalo buat sekarang ini gue udah unavailable. tapi dulu gue termasuk cowo yang doyan gonta-ganti cewe. ato orang-orang udik bilangnya playboy lah. yah secara dari esde, esempe, sampe esema gue pindah-pindah skolah mulu. ga satu skolah satu cewe juga sih. ya kadang-kadang satu skolah bisa sampe 3-4 cewe sih. tapi itu dulu. gue yang masih arogan dan lom dewasa mnurut gue. sekarang gue dah mulai belajar apa itu komitmen dan kesetiaan. semenjak gue ketemu dia. ups, maksud gue semenjak gue kenal ama dia.


jadi ceritanya, beberapa bulan yang lalu, pas gue lagi balik ke kost dari rumah, ada yang miskol gitu ke hape gue. pas gue angkat malah dimatiin. yah namanya juga lagi kaga ada kerjaan, gue sms aja tu nomer. eh ternyata cewe. mayan donk, secara gue lagi jomblo kan yah. trus smsan deh sepanjang perjalanan.


dan seteleh beberapa hari, gue terus smsan deh ama dia. dari situ gue jadi lebih kenal tentang dia. dia kuliah dimana, tinggal dimana. umurnya juga ga beda jauh ama gue. lama kelamaan kita jadi makin akrab.


entah bawaan cewe ato gimana, dengan adanya dia gue jadi lebih disiplin ama kuliah gue. dia selalu ngingetin gue buat belajar dan slalu ngasih semangat ke gue. dia yang selalu ngatur tentang jadwal-jadwal gue. pokoknya dengan adanya dia, hidup gue jadi lebih rapih. dan nilai-nilai gue pun jadi rada bagusan dikit. dan setelah itu, hubungan kami pun berlanjut menjadi sepasang kekasih. gue nyaman banget sama dia. ga peduli deh kalo belum ketemuan. karena apalah artinya sebuah pertemuan jika kedua hati kami sudah saling bertemu. apalah artinya sebuah pertemuan jika kedua batin kami sudah saling menyatu. dan gue udah menetapkan hati gue buat dia. bahwa kayaknya perjalanan cinta gue selama ini akan berakhir sampai disini.


tapi entah kenapa gue selalu ga bisa ketemuan sama dia. walaupun gue doyan jalan dan perjalanan sejauh apapun pasti gue tempuh, tapi kalo buat ktemuan ama dia pasti ada aja hambatannya. entah dia yang sibuk kuliah, entah dia yang tiba-tiba pergi ke Solo, atau entah karena nyokapnya. yup, nyokapnya yang engga setuju dan engga merestui hubungan kami berdua.


nyokapnya gila. jahat banget sama anak sendiri. nyokapnya engga pernah perhatian sama dia. nyokapnya gila kerja. kerjaannya tiap hari hanya pulang pergi dari kantor. bahkan pada waktu dia sakit, nyokapnya malah pergi keluar negeri. gila.


yup, ternyata dia adalah cewe yang gampang sakit. ga tau penyebabnya apa, yang jelas sekarang dia lagi terbaring di rumah sakit. alhasil setiap hari gue selalu nelpon dia buat mastiin keadaannya. ya ampun, gue ampe kepikiran banget.


semakin hari, niat gue buat mendatangi rumah sakitnya semakin besar. kalau nyokapnya engga balik dari luar negeri, mungkin gue udah berada disana, disamping dia. gue sayang banget sama dia. gue udah engga tau mau ngapain lagi. gue cuma pengen ada disamping dia. nemenin dia sampai dia sembuh.


tapi kehadiran nyokapnya menghalangi gue buat dateng kesana. gue bisa aja nekat dateng kesana tanpa ngasih tau dia, itung-itung surprise kan yah. tapi gue mikir bahwa dengan surprise itu bisa aja ngebuat sakitnya tambah parah. dengan ada nyokapnya di rumah sakit itu, lalu gue dateng, dan pastilah gue dilabrak ama nyokapnya. sukur-sukur engga diusir. pokoknya, apapun yang terjadi antara pertemuan gue dengan nyokapnya, pastinya bakal ngebuat dia kaget. dan tambah sakit. karena kondisi dia fragile banget sih. banyak pikiran sedikit, sakitnya nambah parah.


gue takut banget.


gue takut banget kehilangan dia.


dia adalah belahan jiwa gue.


dia adalah dunia gue.



bersambung…

_______________________________________________________

my little me photo for today…


Me_009 tertanggal 2 Agustus 1987…ato 8 Februari 1987?? tau ah…yang pasti gue inget banget tuh sama karpetnya…karpet kesayangan gue…karpet tersebut sudah rela menerima segala macam iler gue, daki gue, ktombe2 gue, sampe aer mata gue…haeuhaeuaehuaeh..

Nobody’s Perfect (2) - My Illness

Monday, January 15th, 2007

namaku Tasya. umurku dua puluh satu tahun. aku adalah anak tunggal. aku tinggal di Bandung tetapi aku kuliah di Jakarta.


kuliahku berjalan cukup lancar. nilai-nilaiku bagus-bagus dan memuaskan. bahkan aku sampai menerima beasiswa. setelah semester ini selesai, aku akan berangkat ke Sydney untuk melanjutkan kuliahku.


namun tidak dengan kehidupan keluargaku.


ayahku telah meninggal karena komplikasi kanker usus dan hepatitis B saat aku masih berusia tujuh tahun. kemudian ibuku menikah lagi dengan seorang pria. aku hidup dibawah
bayang-bayang ibuku.


saudara-saudaraku dari pihak ibuku begitu membenci aku karena menganggap ayah kandungku telah "meninggalkan" ibuku dan karena wajahku yang begitu mirip dengan wajah ayah kandungku. sementara itu, saudara-saudaraku dari pihak ayah kandungku pun tidak suka kepadaku karena aku tidak bisa berbicara bahasa mereka. saudara-saudara dari ayah tiriku pun tidak peduli kepadaku karena menganggap aku bukan siapa-siapa. sementara ayah tiriku tidak bisa berbuat apa-apa karena dominasi ibuku. hanya kakekku yang peduli terhadapku. hanya kakekku yang sangat menyayangi aku. karena kata beliau, wajahku sangat mirip dengan anaknya, yaitu almarhum ayah kandungku. namun ibuku tidak senang dengan kakekku.


ibuku adalah orang yang sangat jahat. aku benci ibuku.


ibuku tidak peduli padaku. bahkan, ibuku tidak pernah peduli padaku. ia hanya peduli pada pekerjaannya. ya, ibuku adalah seorang workaholic. memang hasilnya untuk kebutuhan keluarga dan untuk uang kuliahku juga. tetapi apalah artinya materi jika tanpa perhatian dan kasih sayang? bahkan disaat aku sedang sakit, ibuku malah membakar boneka kesayanganku pemberian dari almarhum ayah kandungku.


yap, aku sedang jatuh sakit lagi. entah untuk keberapa kalinya. tetapi sepertinya sakitku kali ini adalah yang paling parah.


disaat aku sedang mengunjungi kakekku di Solo, aku jatuh sakit dan langsung dirawat di rumah sakit. aku didiagnosa menderita kanker usus, sama seperti almarhum ayah kandungku. ibu dan ayah tiriku langsung mendatangi aku ke Solo, kemudian ibuku malah pergi lagi ke Jepang untuk urusan pekerjaannya. hanya ayah tiriku dan Cesca, sahabatku yang menemani aku disini. kehadiran Cesca memang cukup mengisi hari-hariku walaupun setiap kami mengobrol, Cesca selalu menangis dan keluar dari kamarku.


setelah dioperasi, aku sempat mengalami koma selama beberapa hari. kemudian aku tersadar kembali. hanya satu yang membuatku tersadar kembali. hanya satu yang membuat semangat hidupku kembali lagi. hanya satu yang membuat aku tetap bertahan di dunia ini.


karena dia.



bersambung…




______________________________________________

my little me photo for today…

Me_017
aaarrrggghhhhh…topinya berat bangeetttt….

Statistik Tiket Bioskop

Wednesday, January 10th, 2007

gue selalu menyimpan setiap sobekan tiket bioskop yang gue dapet kalo gue nonton…dan hal tersebut udah gue lakukan sejak lama…dulu gue simpen di dompet, tapi stelah banyak gue taro di sebuah buku tempat kartu nama…dari buku kecil trus penuh, gue beli buku yang lebih besar…sekarang pun udah terisi sekitar tigaperempat buku…


dan buku tersebut menjadi semacam terapi malam gue dikala stress ato kaga ada kerjaan…dan kemaren malem gue buka2Myroom_002
buku itu lagi…dan berhubung masih suasana tahun baru, gue iseng2 ngitungin di tahun
2006 kemaren gue nyimpen berapa sobekan tiket bioskop sih…gue itung2, ternyata berjumlah 54, diluar 13 sobekan tiket JiFFest…wowh, berarti rata-rata nonton gue adalah seminggu sekali… aji mumpung, gue terusin aja itungan gue ke tahun 2005, 2004, 2003, dan seterusnya…dan gue menemukan suatu kenyataan menarik yaitu ternyata sobekan tiket bioskop yang paling lama berasal dari tahun 1997, dengan sobekan tiket bioskop pertama adalah film Dante’s Peak…wowh, sepuluh tahun sudah gue menyimpan sobekan-sobekan tiket bioskop tersebut…luar biasa…


kira-kira begini statistik kumpulan sobekan tiket bioskop gue pertahunnya:
1997 - 3 sobekan tiket bioskop
1998 - 6 sobekan tiket bioskop
1999 - 7 sobekan tiket bioskop
2000 - 3 sobekan tiket bioskop
2001 - 8 sobekan tiket bioskop
2002 - 11 sobekan tiket bioskop
2003 - 11 sobekan tiket bioskop
2004 - 33 sobekan tiket bioskop, 1 sobekan tiket JiFFest
2005 - 47 sobekan tiket bioskop, 5 sobekan tiket JiFFest
2006 - 54 sobekan tiket bioskop. 13 sobekan tiket JiFFest


berarti total koleksi gue adalah 183 sobekan tiket bioskop dan 19 sobekan tiket JiFFest sampai tahun 2006 kemarin…luar biasa…


kalau diliat ada peningkatan yang cukup signifikan dari tahun 2003 (11 sobekan tiket bioskop) ke tahun 2004 (33 sobekan tiket bioskop)…kalau gue pikir2 mungkin hal ini disebabkan oleh faktor akademis…waktu gue masih duduk di bangku sekolah, frekwensi nonton gue paling banyak cuma 11 kali…sedangkan waktu gue udah kuliah, yaitu di tahun 2004, frekwensi nonton gue meningkat menjadi 33 kali…dan terus meningkat setiap tahunnya sampai mencapai angka 54 kali…belum lagi ditambah JiFFest…yang mungkin aja kuliah berarti ada waktu yang cukup banyak untuk menonton dibandingan dengan waktu sekolah…moga-moga aja hal ini dapat terus berlanjut dan meningkat di tahun-tahun berikutnya…mengingat semester-semester atas di Psikologi Atma Jaya cukup banyak mata kuliah-mata kuliah yang tidak berperikemahasiswaan…selain itu, faktor uang jajan juga memberikan pengaruh yang cukup signifikan…jaman sekolah dimana uang jajan gue dikasih dalam hitungan mingguan…jadi kalo mo nomat, gue musti puasa kaga jajan sekitar 2-3 hari…dan metode tersebut sangat tidak manusiawi dibandingkan satu tiket bioskop saja…sedangkan dimasa kuliah, sistem gaji gue berubah menjadi hitungan bulanan…jadi gue bisa dengan bebas membelanjakan uang gue untuk tiket bioskop…hauehuaeheauhauhe…alhasil kalo dah akhir bulan tiba-tiba gue menjadi orang melarat nomor satu di Kelapa Gading…


sobekan tiket bioskop yang masuk ke dalam buku keramat tersebut haruslah sobekan tiket yang gue tonton…jadi lebih otentik dan gue bisa mereview kembali film-film yang udah gue tonton…gue ga pernah melanggar aturan dengan memasukkan sobekan tiket yang engga gue tonton walaupun gue sering nemu beberapa sobekan tiket bioskop terlantar…


ngomongin soal nonton, gue jadi kangen sama JiFFestFot_yuuukk852 euy…gimana gue 8 hari berturut-turut bolak-balik Gading - EX
atau JaTet buat nonton…dan dalam satu hari bisa nonton lebih dari satu film…waktu itu bioskop bener-bener jadi rumah kedua gue…gimana gue selalu bawa tas survival-kit gue yang berisi: botol minum, 3-4 batang Cloud 9, Screening Schedule JiFFest, dan tak lupa catatan Psikometri gue buat blajar…hauehaeuhaeuhaeueah…yah secara pas JiFFest itu barengan sama UAS kan yak…nonton bole, blajar tetep jalan atuh…


oh yah, pas JiFFest tuh gue nonton sekitar 13 judul film…yangFot_yuuukk853a
pertama tuh Cafe Transit, trus besoknya nonton All The King’s Men, trus besoknya nonton Historias Minimas, lanjut nonton The Ninth Day, lanjut lagi The Tiger and The Snow…besoknya nonton film dokumenter Black Gold, lanjut nonton Marie Antoinette…besoknya nonton dokumenter Mozartballs trus lanjut nonton The Matador…besoknya nonton Little Miss Sunshine…besoknya lagi nonton Koper, trus lanjut nonton Look Both Ways…dan di hari terakhir ditutup dengan film El Aura


mau tau review film-film tersebut secara lengkapnya?? buka saja blog gue Sobekan Tiket Bioskop…disitu juga ada review  film2 lain yang dah gue tonton di bioskop 21 ternama…haeuhaeuhaeuhae…happy reading!


ups…


happy watching!

Nobody’s Perfect - The Beginning

Friday, January 5th, 2007

alkisah hiduplah seorang pemuda. hidupnya begitu sendiri dan cukup mengalami banyak hambatan dan tantangan dalam perjalanan hidupnya. walaupun ia sudah berjuang begitu keras, pagi siang sampai malam untuk mempertahankan perjalanan hidupnya. hanya sedikit hiburan yang bisa didapatkannya. selain komputer, dirinya bertumpu pada handphonenya. dan suatu saat handphone tersebut berbunyi.


alkisah hiduplah seorang pemudi. hidupnya begitu sendiri dan cukup mengalami banyak hambatan dan tantangan dalam perjalanan hidupnya. walaupun ia sudah berjuang begitu keras, apa daya penyakit tetap menggerogoti hidupnya. alhasil ia harus menjalani hidupnya di tempat tidur saja. beristirahat sambil berdoa agar penyakit yang mengganas ini cepat pergi dari tubuhnya. hanya sedikit hiburan yang bisa didapatkannya. selain televisi, dirinya bertumpu pada handphonenya. dan suatu saat ia iseng untuk menekan nomor secara asal dan tersambung ke sebuah nomor. 


sang pemuda mengangkat handphonenya walaupun di layar tercetak nomor yang tidak ia kenali. tetapi setelah diangkat, diseberang sana malah memutuskan sambungan.


sang pemudi menelepon nomor asal tersebut. ternyata yang mengangkat adalah seorang pria. dengan cepat ia pun menekan tombol untuk memutuskan sambungan.


si pemuda yang merasa penasaran pun mengirim SMS ke nomor tak dikenal tersebut. bertanya siapakah dirinya dan ada urusan apa untuk menelponnya.


si pemudi yang masih terbaring di tempat tidurnya menemukan bahwa ada SMS masuk di handphonenya. dibukanya pesan tersebut dan ternyata pesan itu dari nomor asal yang tadi ia telepon. pesan tersebut bertanya siapa dirinya dan ada urusan apa untuk menelponnya. sang pemudi pun membalas pesan tersebut.


melihat handphonenya bergetar karena menerima pesan masuk, sang pemuda pun langsung bergerak cepat untuk membacanya. ternyata dari si nomor tak dikenal tadi. dan pesan itu berisi tentang siapa dirinya, yang adalah seorang wanita, dan apa tujuan ia menelponnya tadi. dalam sekejap, si pemuda dan nomor tak dikenal itu pun menjadi berbalas SMS. bahkan sampai dini hari dimana biasanya anak manusia sudah terlelap dalam mimpi. kesendiriannya pun sedikit terobati. dan sebagian semangat hidupnya sudah mulai terisi.


melihat handphonenya bergetar karena menerima pesan masuk, sang pemudi pun langsung bergerak cepat untuk membacanya. ternyata dari si nomor asal tadi. dan pesan itu berisi tentang siapa dirinya. dalam sekejap, si pemudi dan nomor asal itu pun menjadi berbalas SMS. bahkan sampai dini hari dimana biasanya anak manusia sudah terlelap dalam mimpi. kesakitannya pun sedikit terobati. dan sebagian semangat hidupnya sudah mulai terisi.


setelah beberapa waktu berbalas SMS dan berlanjut ke tahap bertelepon, ternyata wanita tersebut tinggal di tempat yang cukup jauh. dan tidak memungkinkan si pemuda untuk menemui wanita tersebut. namun si pemuda merasa puas dengan hubungan sebatas tulisan dan suara tersebut. karena dengan hadirnya wanita tersebut sudah cukup untuk mengisi kesendiriannya.


setelah beberapa waktu berbalas SMS dan berlanjut ke tahap bertelepon, ternyata pria tersebut tinggal di tempat yang cukup jauh dan tidak memungkinkan si pemudi untuk menemui pria tersebut. namun si pemudi merasa puas dengan hubungan sebatas tulisan dan suara tersebut. karena dengan hadirnya pria tersebut sudah cukup untuk mengisi sakitnya. bahkan kemudian si pemudi perlahan-lahan mendapatkan kesehatannya kembali. dan ia sudah cukup pulih untuk kembali melakukan kegiatan dan aktivitasnya, tentunya dengan banyak catatan.


minggu demi minggu, bulan demi bulan. sang pemuda semakin memantapkan hatinya bahwa pelabuhan hidupnya adalah sang wanita tersebut. walaupun sekedar bertukar foto tetapi apalah artinya fisik semata jika dibandingkan dengan pribadi wanita tersebut yang begitu mengisi pribadi sang pemuda. maka jadilah mereka berdua sebagai kekasih. tetapi tetap saja sang pemuda belum dapat menemui sang wanita karena satu dan lain hal. tetapi apalah artinya pertemuan fisik semata jika itu semua dapat terbayarkan dengan pertemuan batin yang mereka berdua alami. bagaimana mereka berdua saling mengisi satu sama lain. bagaimana mereka berdua saling melengkapi satu sama lain. bagaimana api asmara berkobar begitu hebatnya di dalam relung jiwa mereka.


minggu demi minggu, bulan demi bulan. sang pemudi
semakin memantapkan hatinya bahwa pelabuhan hidupnya adalah sang pria
tersebut. walaupun sekedar bertukar foto tetapi apalah artinya fisik
semata jika dibandingkan dengan pribadi pria tersebut yang begitu
mengisi pribadi sang pemudi. maka jadilah mereka berdua sebagai
kekasih. tetapi tetap saja sang pemudi belum dapat menemui sang pria karena satu dan lain hal. tetapi apalah artinya pertemuan fisik semata
jika itu semua dapat terbayarkan dengan pertemuan batin yang mereka
berdua alami. bagaimana mereka berdua saling mengisi satu sama lain. bagaimana mereka berdua saling melengkapi satu sama lain. bagaimana api asmara berkobar begitu hebatnya di dalam relung jiwa mereka.


disaat gelombang asmara bergolak begitu hebatnya dan sedang berada di puncak ketinggian, sang pemuda menerima berita buruk.


disaat gelombang asmara bergolak begitu hebatnya dan sedang berada di puncak ketinggian, sang pemudi menerima berita buruk.


sang wanita jatuh sakit. ternyata sang
wanita mengidap suatu penyakit ganas yang siap untuk menggerogoti
tubuhnya. dengan jatuh sakitnya sang wanita, semakin menyulitkan si
pemuda untuk menemuinya karena orang tua dari sang wanita yang selalu
menghalang-halangi hubungan mereka. hingga suatu saat sang wanita tidak
dapat menghubungi si pemuda lagi karena sakitnya.


si pemudi jatuh sakit. penyakit ganas yang dulu berhasil ia kalahkan ternyata muncul lagi dan semakin mengganas untuk menggerogoti tubuhnya. dengan jatuh sakitnya ia, semakin menyulitkan si pria untuk menemuinya karena orang tuanya yang selalu menghalang-halangi hubungan mereka berdua. hingga suatu saat sang pemudi tidak dapat menghubungi si pria lagi karena sakitnya.


si pemuda pun jatuh
kembali dalam kesendiriannya. kesendirian yang dulu berhasil ia
tinggalkan karena hadirnya dia. keterpurukan yang dulu berhasil ia patahkan karena hadirnya dia.
kini semuanya tampak mengelilingi hidupnya lagi. dan membuat tembok
pembatas antara dirinya dengan sang wanita. akhirnya ia hanya bisa diam
tenggelam dalam air matanya.


si pemudi pun jatuh kembali dalam sakitnya. ia begitu lemah di dalam tubuhnya sendiri. tubuhnya yang seharusnya menjadi tonggak kekuatan dirinya malah melemahkan hidupnya. ia hanya dapat bersuara lemah dan lirih. tidak sanggup untuk memberikan kabar apa-apa kepada sang pria. bahkan didalam ketidaksadarannya, ia memanggil-manggil nama sang pria tersebut. sakit yang dulu berhasil ia kalahkan karena hadirnya dia. penyakit yang dulu berhasil ia singkirkan karena hadirnya dia. kini semuanya tampak mengelilingi hidupnya lagi. membuat tembok pembatas antara dirinya dengan sang pria. akhirnya ia hanya bisa tenggelam dalam air matanya.


di dalam lubuk hatinya yang paling
dalam, ia memanggil-manggil sang wanita, dengan berteriak-teriak keras.
ia terus berteriak-teriak dalam kesunyian hati. ia terus
berteriak-teriak dalam kepedihan hati. sampai pita suaranya sudah tak
sanggup untuk berteriak lagi.


di dalam lubuk hati yang paling dalam, ia memanggil-manggil sang pria, dengan suara yang begitu lemah dan lirih. ia  terus memanggil-manggil dalam kesunyian hati. ia terus memanggil-manggil dalam kepedihan hati. sampai pita suaranya sudah tak sanggup untuk bersuara lagi.



bersambung…



_______________________________________________________
my photos of little me…

Me_015
Me_016









teori psikoanalisa telah terbukti…inilah yang menyebabkan sekarang gue begitu tertarik dengan TOPI…

Kaleidoskopi 2006

Monday, January 1st, 2007

Januari 2006
bulan dimana umur gue selalu nambah satu…bulan dimana Elmo’s Street pertama kali dipublikasikan ke dunia maya…dan bulan dimana gue masih norak2nya nulis blog…sampe nulisnya kebablasan sehingga salah satu postingan di bulan ini menjadi tulisan paling kontroversial se-Kelapa Gading…

Februari 2006
bulan penuh dengan emosional…yup, bulan ini adalah bulan pasca-print&perbanyak dari postingan-postingan di Elmo’s Street…dan banyak kejadian-kejadian yang dapat menggerahkan suasana…proyek besar Tablo Penyaliban Tuhan Yesus arahan Roland pun dimulai…

Maret 2006
masih bulan dimana dampak beredarnya blog gue dalam bentuk hardcopy masih terasa…gue merubah gaya tulisan postingan gue menjadi implisit tetapi tetap dengan sarat kritikan…bulan dimana penghargaan comment of the month pertama kali dipublikasikan atas nama menghargai orang-orang yang telah mengkomentari isi postingan gue…sebenernya sih penghargaan ini hanyalah udang di balik bakwan…bulan dimana SIJI dikeluarkan dari struktural…dan proyek Tablo yang tetap berjalan walaupun masa depan SIJI tampak suram…

April 2006
Tablo Penyaliban Tuhan Yesus 2006 arahan Roland ditampilkan…cukup sukses…banyak muka-muka baru yang terlibat…bulan dimana SIJI berdiri independen…postingan-postingan juga masih berupa kritikan implisit…

Mei 2006
Pasca-Tablo 2006 dimana gue belajar tentang asertivitas…adanya konflik internal dalam SIJI yang dapat diselesaikan secara asertif…bulan dimana clbk tumbuh perlahan-lahan…

Juni 2006
yup…bulan-bulan penuh dengan cinta, ups ralat: penuh dengan clbk…terdapat satu hari yang cukup sepesial di bulan inih…bulan yang cukup sentimentil (halah!) dan gue menyadari ternyata gue ada bakat untuk menjadi seorang yang androgyny…bulan dimana gue (akhirnya) jatuh hati dengan seorang wanita (bukan pria!) dan begitu cepatnya perasaan itu pudar dan hilang (admiring??)…bulan dimana rapat-rapat merajalela…dan menyadari bahwa sisa tahun ini akan disibukkan oleh berbagai kegiatan…dan di bulan ini juga kalo ga salah SIJI pertama kali berpartisipasi dalam sweet seventeen party sebagai pantomim…ini hal tersebut menjadikan SIJI langganan berpantomim dalam setiap party sweet seventeen…

Juli 2006
yang paling berkesan di bulan ini adalah dimana gue mengikuti rekoleksi mudika wilayah Maria di Anyer dimana gue sebagai tamu…banyak dapet temen baru, dapet pengalaman baru, yaitu gue kehilangan uang dan kartu ATM…dan di Anyer tersebut gue merasakan arti sebuah teman, atau bahkan sahabat…di pinggir laut memandangi garis horizon sampai dini hari…di akhir bulan juga gue mengantar kepergian Anast ke seminari…ini adalah awal dari serangkaian perpisahan orang2 yang cukup berarti di hidup gue…bulan ini juga pertama kali gue menjadi seorang MC di sebuah party sweet seventeen, tentunya dengan bimbingan seorang MC senior, Roland…thx bro! bulan dimana EO warisan Roland yang harus dimajukan oleh gue dan kawan-kawan berdiri, Chic ‘n Click

Agustus 2006
Agustus Kelabu…gue harus pergi ke Soekarno-Hatta untuk mengantar dua orang yang sangat berarti di hidup gue…bulan penuh dengan emosionil…dan sekali lagi, sentimentil

September 2006
pertama kali gue ngemsi tanpa Roland, dan mencoba mempraktekkan ilmu2 yang udah gue dapetin dari Roland…dan gue harus memikul beban dan tanggung jawab untuk memajukan Chic ‘n Click…bulan penuh kesibukan…ada dua minggu neraka yang cukup menyita fisik dan mental gue…latian Karawitan Jawi, seksi medis PsikoOpen, dan latian+pentas SIJI pertama tanpa seorang Roland…

Oktober 2006
foto bareng Parkdrive…bulan penuh cinta (atau admiring?)…ada satu hari dimana gue niat+nekat untuk pergi jauh meninggalkan kota Jakarta demi…ups…yeah, pokoke ini bulan penuh dengan warna-warni kehidupan…cailah…trus di bulan ini juga Elmo’s Street mengubah format penulisan menjadi lebih layak untuk terbaca…hihihi…

November 2006
Festival Film Pendek dan Jazz Goes To Campus cukup mewarnai hidup gue di bulan November ini…bulan dimana launching dari blog gue, Sobekan Tiket Bioskop

Desember 2006
bulan dimana ide-ide gue berkembang begitu pesat…dan gue menemukan sebuah arti mendalam dari sebuah admiring…dan yah…entah untuk keberapa kalinya, jatuh cinta dan kemudian pudar sampai menghilang…terus ada Jakarta International Film Festival…ketemu sama Dian Sastrowardoyo, Mariana Renata DAN berfoto bersama LUNA MAYA…terus ada Natal…tentunya dengan Pre-Christmas Syndrome gue dan sindrom tersebut langsung terobati pas hari Natalnya…SIJI dapat membuat anak-anak kecil tertawa senang dan bahagia…sungguh sebuah aktualisasi diri yang cukup terpenuhi…dan gue menutup tahun 2006 dengan cukup apik…SIJI pentas lagi sebagai pengganti homili di misa malam tahun baru, trus ngelawak dengan pantun, sketch show, dan tebak2an garing di Pasar Malam Batavia seusai misa…seusai acara, panitia yang masih tersisa bersama sang romo kaum muda pun makan bareng…sebuah awal yang bagus di tahun 2007…

kalo diringkas…lebih banyak hawa emosional negatif dan mellow di tahun 2006 tersebut…dan hal-hal positif mulai berdatangan di akhir tahun…mudah2an ini adalah pertanda bahwa di tahun 2007 ini akan banyak hal positif yang berdatangan…yah, tugas gue cuma menjalaninya saja dengan kepasrahan seorang manusia…

life goes on…

anyway…Met Taon Baru…Toeeeetttt *suara trompet…

_____________________________________________________
my little me photo…
Me_014

ternyata sejak kecil gue udah suka sama TOPI !!!